Konsep Perkembangan (Development)
Oleh : Sri Sumarmi
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang berkesinambungan dan beriringan pada diri seorang anak mulai dari konsepsi sampai dewasa. Proses tersebut merupakan interaksi yang terus menerus antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Siklus kehidupan manusia mengalami dua kali masa tumbuh pesat atau yang disebut ”growth spurt periode”, yaitu pada masa anak-anak (childhood) dan masa remaja (adolescence). Masa anak-anak meliputi umur 1 sampai dengan 10 tahun, dan masa ini terbagi menjadi 3 (tiga) kelompok berdasarkan umur dan perkembangannya. Kelompok pertama adalah toddlers (1-3 tahun), kelompok kedua adalah usia pra sekolah (4-5 tahun), dan kelompok ketiga adalah usia sekolah (6-10 tahun). Usia pra sekolah merupakan masa kritis dalam tumbuh kembang anak karena pada masa ini fase pertumbuhan anak telah melampaui fase growth faltering, namun diikuti dengan perkembangan yang lebih pesat. Beberapa hal yang mempengaruhi antara lain karena pada masa ini anak sudah mulai mengenal lingkungan sekitar, sehingga faktor lingkungan mulai berpengaruh terhadap keadaan gizi dan kesehatan anak usia pra sekolah.
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Pengertian ini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ dan system organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Perkembangan manusia meliputi perubahan kuantitatif dan kualitatif yang terjadi sepanjang kehidupan, berlangsung terus-menerus, bersifat irreversibel dan merupakan proses yang komplek dan lebih ditekankan sebagai penambahan fungsi. Ilmu baru tentang perkembangan manusia lebih menekankan segala aspek yang berkaitan perubahan perilaku yang meliputi perubahan kecerdasan, ekspresi emosi, kreatifitas, moralitas dan kemampuan bersosialisasi.
Parameter Perkembangan
Perkembangan dapat diukur dengan berbagai parameter. Salah satu aspek yang dapat diukur adalah perkembangan psikomotor, atau biasa disingkat menjadi perkembangan motor. Perkembangan motor adalah perkembangan mengontrol gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinasikan antara susunan syarat pusat, syaraf tepi dan otot. Dimulai dengan gerakan-gerakan kasar (gross movement) yang melibatkan bagian-bagian besar dari tubuh dalam fungsi duduk, berjalan, berlari, meloncat, dan lain-lain kemudian dilanjutkan dengan koordinasi halus (finer coordination) yang melibatkan kelompok otot-otot halus dalam fungsi meraih, memegang, melempar, dan lain-lain yang keduanya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Pengertian ini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ dan system organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Perkembangan manusia meliputi perubahan kuantitatif dan kualitatif yang terjadi sepanjang kehidupan, berlangsung terus-menerus, bersifat irreversibel dan merupakan proses yang komplek dan lebih ditekankan sebagai penambahan fungsi. Ilmu baru tentang perkembangan manusia lebih menekankan segala aspek yang berkaitan perubahan perilaku yang meliputi perubahan kecerdasan, ekspresi emosi, kreatifitas, moralitas dan kemampuan bersosialisasi.
Parameter Perkembangan
Perkembangan dapat diukur dengan berbagai parameter. Salah satu aspek yang dapat diukur adalah perkembangan psikomotor, atau biasa disingkat menjadi perkembangan motor. Perkembangan motor adalah perkembangan mengontrol gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinasikan antara susunan syarat pusat, syaraf tepi dan otot. Dimulai dengan gerakan-gerakan kasar (gross movement) yang melibatkan bagian-bagian besar dari tubuh dalam fungsi duduk, berjalan, berlari, meloncat, dan lain-lain kemudian dilanjutkan dengan koordinasi halus (finer coordination) yang melibatkan kelompok otot-otot halus dalam fungsi meraih, memegang, melempar, dan lain-lain yang keduanya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.